LapakXXI

Lapak adalah tempat pedagang menggelar dagangannya, dan LapakXXI menata film seperti pasar. Ada enam belas lapak dalam empat lorong, dan tiap lapak menjajakan satu jenis barang: mainan, alat musik, kamera, buku, makanan, rumah, pakaian, hewan kesayangan, kendaraan, kapal, robot, alat olahraga, pedang, cincin, tongkat sihir, dan uang. Sebuah film masuk ke lapak bila benda itu berada di pusat ceritanya. Dua ratus empat puluh satu film berdiri di tepat satu lapak masing-masing, dan nama lapaknya tertulis di tiap gambar.

Denah pasar: enam belas lapak, empat lorong

Lapak 01Mainan

Lihat semua (15)

Lapak 02Alat musik

Lihat semua (16)

Lapak 03Kamera & layar

Lihat semua (15)

Lapak 04Buku & surat

Lihat semua (15)

Lapak 05Makanan

Lihat semua (16)

Lapak 06Rumah

Lihat semua (15)

Lapak 07Pakaian & topeng

Lihat semua (16)

Lapak 08Hewan

Lihat semua (15)

Lapak 09Kendaraan

Lihat semua (16)

Lapak 10Kapal

Lihat semua (15)

Lapak 11Robot

Lihat semua (15)

Lapak 12Olahraga

Lihat semua (11)

Lapak 13Pedang & busur

Lihat semua (15)

Lapak 14Cincin & pusaka

Lihat semua (16)

Lapak 15Tongkat sihir

Lihat semua (15)

Lapak 16Uang

Lihat semua (15)

Panduan LapakXXI

LapakXXI: pasar film dengan enam belas lapak

Belanja film seperti belanja di pasar

Di pasar, orang mencari menurut barang. Mau sayur, ke lapak sayur. Mau kain, ke lapak kain. Susunan itu begitu wajar sehingga jarang kita pikirkan. LapakXXI meminjamnya untuk film: tiap lapak di sini menjajakan film yang ceritanya berpusat pada satu jenis benda.

Ada lapak mainan, tempat Toy Story berdiri di samping Jumanji. Ada lapak makanan, tempat Ratatouille bertetangga dengan Cek Toko Sebelah. Ada lapak cincin dan pusaka, lapak tongkat sihir, lapak kapal, lapak robot, dan sepuluh lapak lain. Seluruhnya enam belas lapak dengan 241 film. Gagasan ini diuraikan di Pasar enam belas lapak.

Cara ini menjawab keinginan yang sering sulit diucapkan dengan nama genre. "Saya ingin film tentang masak-memasak" atau "anak saya sedang suka robot" lebih mudah dijawab oleh lapak daripada oleh rak drama atau rak fiksi ilmiah. Benda adalah pintu masuk yang akrab, terutama bagi anak-anak.

Tiap film memiliki halaman sendiri dengan gambar, sinopsis berbahasa Indonesia, pemeran, sutradara, durasi, dan rating. Tombol Tonton sekarang membuka judul itu di JustWatch, tempat layanan resmi untuk negara Anda ditampilkan. Kunjungan pertama paling mudah dimulai dari Mulai di LapakXXI.

Denah pasar: empat lorong

Enam belas lapak itu berjajar dalam empat lorong, masing-masing empat lapak, dan tiap lorong memiliki warnanya di denah beranda. Lorong emas adalah lorong hiburan: mainan, alat musik, kamera dan layar, serta buku dan surat, dengan 61 film. Lorong jingga adalah lorong rumah: makanan, rumah, pakaian, dan hewan kesayangan, dengan 62 film.

Lorong hijau adalah lorong bengkel: kendaraan, kapal, robot, dan alat olahraga, dengan 57 film. Lorong merah adalah lorong pusaka: pedang, cincin dan pusaka, tongkat sihir, dan uang, dengan 61 film. Enam puluh satu ditambah enam puluh dua ditambah lima puluh tujuh ditambah enam puluh satu sama dengan dua ratus empat puluh satu.

Tiap lapak bernomor, dari Lapak 01 sampai Lapak 16, dan berisi sebelas sampai enam belas film. Halaman Lapak memuat daftar lengkapnya, ditambah satu daftar dagangan laris untuk film berating 8,0 atau lebih.

Kapan sebuah film masuk ke sebuah lapak

Aturannya satu: benda itu harus berada di pusat cerita. Kehadiran sebuah mobil saja kurang; mobil itu harus menjadi alasan cerita bergerak. Cars masuk lapak kendaraan karena tokohnya sendiri adalah mobil. Driving Miss Daisy masuk karena seluruh hubungan dua tokohnya berlangsung di dalam mobil. Titanic masuk lapak kapal karena kapalnya adalah judul, latar, dan nasib semua tokohnya.

Setiap film berdiri di tepat satu lapak. Ketika sebuah film memuat dua benda, redaksi memilih benda yang paling menentukan akhir ceritanya. Beberapa keputusan itu dijelaskan di bagian akhir halaman ini.

Cara membaca satu gambar

Kartu film di beranda memakai gambar lebar. Di sudut kiri atas ada rating dengan latar jingga. Di sudut kiri bawah, dengan latar emas, tertulis nama lapaknya, misalnya "Lapak mainan" atau "Lapak cincin & pusaka". Di sudut kanan bawah ada durasi dalam menit. Di bawah gambar tertulis judul, tahun, dan genre utama. Penjelasannya ada di Nama lapak di gambar.

Pasar dalam angka

Rata-rata rating seluruh pasar adalah 7,24 dan rata-rata durasinya 121 menit. Sembilan puluh dua film memiliki rating 7,5 atau lebih, dan tiga puluh empat memiliki 8,0 atau lebih. Tahun rilisnya membentang dari 1929 sampai 2026, hampir satu abad barang dagangan.

Seratus tujuh puluh empat film berbahasa Inggris, tiga puluh tiga film Indonesia, dan tiga puluh empat film memakai sebelas bahasa lain, terutama Korea, Jepang, Mandarin, dan Kanton. Empat puluh dua film adalah animasi. Film terpendek adalah Toy Story dengan 81 menit; film terpanjang adalah The Lord of the Rings: The Return of the King dengan 201 menit.

Rating tertinggi di pasar dipegang film Indonesia: Jatuh Cinta Seperti di Film-Film (2023) dengan 8,8, dari empat puluh penilai. Film dengan penilai terbanyak adalah Deadpool dengan 33.438. Keduanya berdiri di lorong yang berbeda dan sama-sama layak disinggahi.

Lorong hiburan: enam puluh satu film

Lorong emas menjajakan benda-benda yang dibuat untuk menyenangkan: mainan, alat musik, kamera, dan buku. Enam puluh satu filmnya memiliki rata-rata rating 7,31 dan rata-rata durasi 118 menit. Delapan memiliki rating 8,0 atau lebih. Dua belas film Indonesia ada di sini, terbanyak di antara empat lorong. Panduannya ada di Panduan lorong hiburan.

Lapak 01: mainan dan permainan

Lapak mainan berisi lima belas film, sembilan di antaranya animasi, dengan rata-rata 7,39. Seluruh keluarga Toy Story ada di sini: film pertama (1995, 81 menit) dengan rating 8,0, Toy Story 2 (1999), Toy Story 3 (2010) dengan 7,8, dan Toy Story 4 (2019). Empat film itu bersama-sama bercerita tentang apa artinya dimiliki, dimainkan, lalu dilepaskan.

Balok susun mendapat dua film: The Lego Movie (2014) dan The Lego Batman Movie (2017). Papan permainan yang menelan pemainnya mendapat tiga: Jumanji (1995), Jumanji: Welcome to the Jungle (2017), dan Jumanji: The Next Level (2019). Dalam film pertama permainannya berupa papan kayu; dalam dua film berikutnya ia telah berubah menjadi kaset konsol.

Permainan video mengisi sisa lapak: Wreck-It Ralph (2012) dan Ralph Breaks the Internet (2018) berlatar mesin dingdong, Ready Player One (2018, 140 menit) dan Free Guy (2021) berlatar dunia permainan daring, dan The Super Mario Bros. Movie (2023) membawa tukang ledeng paling terkenal ke layar lebar. Big (1988) menutup lapak: seorang bocah dalam tubuh dewasa bekerja di perusahaan mainan.

Lapak 02: alat musik

Lapak alat musik berisi enam belas film dengan rata-rata 7,42. Tiga memiliki rating 8,0 atau lebih: Coco (2017) dengan 8,2 dan gitar leluhurnya, Soul (2020) dengan 8,1 dan piano jazznya, serta Amadeus (1984, 160 menit) dengan 8,0 dan seluruh orkestra Wina.

La La Land (2016), Sing Street (2016), dan CODA (2021) sama-sama memiliki 7,9. Sing Street adalah kisah remaja Dublin yang membentuk band demi memikat seorang gadis; CODA adalah kisah gadis penyanyi dari keluarga tuli. The Sound of Music (1965, 174 menit) adalah film tertua dan terpanjang di lapak ini.

Musik panggung dan sekolah mengisi separuh lainnya: Grease (1978), Mamma Mia! (2008), High School Musical (2006), Pitch Perfect 2 (2015), dan The School of Rock (2003). Elvis (2022, 159 menit) dan tick, tick... BOOM! (2021) adalah riwayat dua pemusik, sedangkan Music and Lyrics (2007) dan Blinded by the Light (2019) bercerita tentang lagu yang mengubah hidup pendengarnya.

Lapak 03: kamera dan layar

Lapak ini menjajakan film tentang film, panggung, dan media. Lima belas judulnya berasal dari lima bahasa dan membentang paling jauh dalam waktu, dari 1929 sampai 2023. Rata-ratanya 7,21.

Jatuh Cinta Seperti di Film-Film karya Yandy Laurens memimpin dengan 8,8: seorang penulis skenario menulis film tentang perempuan yang dicintainya, dan sebagian besar film itu sendiri berwarna hitam putih. Cinema Paradiso (1988) dari Italia memiliki 8,4, kisah bocah desa dan juru putar film. All About Eve (1950) memiliki 8,1 dan berlatar panggung Broadway.

Janji Joni (2005, 83 menit) karya Joko Anwar mengikuti pengantar rol film yang harus tiba tepat waktu di bioskop. The Artist (2011) dan Hugo (2011) sama-sama mengenang masa awal sinema. Om Shanti Om (2007, 169 menit) berlatar studio film Mumbai. Argo (2012) memakai film palsu sebagai penyamaran, dan Birdman or (The Unexpected Virtue of Ignorance) (2014) mengikuti aktor di belakang panggung.

Media lain ikut dijajakan: surat kabar di Spotlight (2015) dengan rating 7,8 dan jejaring sosial di The Social Network (2010). Tiga film lama tentang panggung hiburan melengkapi lapak: The Broadway Melody (1929), The Great Ziegfeld (1936, 185 menit), dan The Greatest Show on Earth (1952). Shakespeare in Love (1998) berlatar teater London.

Lapak 04: buku dan surat

Lapak buku dan surat adalah lapak paling Indonesia: sepuluh dari lima belas filmnya buatan dalam negeri. Rata-ratanya 7,19. Rupanya sinema kita gemar bercerita lewat tulisan: catatan harian, surat, puisi, dan novel.

Ada Apa dengan Cinta? (2002) berawal dari sebuah buku puisi yang tertinggal, dan Dilan 1990 (2018) dari surat serta ramalan yang ditulis tangan; keduanya memiliki rating 7,5. Perahu Kertas dan Perahu Kertas 2 (2012) mengikuti gadis penulis dongeng yang melipat suratnya menjadi perahu. Surat dari Praha (2016) dan Surat untuk Masa Mudaku (2026) dengan rating 7,9 menyebut bendanya di judul.

Tiga film bertajuk catatan berdiri berjajar: Catatan Akhir Sekolah (2005), Catatan Akhir Kuliah (2015), dan Catatan Harian Menantu Sinting (2024). Bumi Manusia (2019, 181 menit) diangkat dari novel Pramoedya Ananta Toer, dan tokoh utamanya sendiri seorang penulis muda.

Dari luar negeri ada The Secret in Their Eyes (2009) dari Argentina dengan rating 8,0, tentang pensiunan yang menulis novel dari kasus lamanya. To All the Boys I've Loved Before (2018) berangkat dari lima surat cinta yang terkirim, Midnight in Paris (2011) dari naskah novel seorang pelancong, The Life List (2025) dari daftar keinginan masa remaja, dan The Life of Emile Zola (1937) dari sebuah surat terbuka yang mengguncang Prancis.

Lorong rumah: enam puluh dua film

Lorong jingga menjajakan benda-benda yang ada di sekitar kita setiap hari: makanan, rumah, pakaian, dan hewan kesayangan. Enam puluh dua filmnya memiliki rata-rata rating 7,12 dan rata-rata durasi 113 menit, terpendek di antara empat lorong. Delapan memiliki rating 8,0 atau lebih, dan sepuluh film berasal dari Indonesia. Panduannya ada di Panduan lorong rumah.

Lapak 05: makanan dan minuman

Lapak makanan berisi enam belas film dari lima bahasa, dan enam di antaranya film Indonesia. Rata-ratanya 7,08. Ratatouille (2007) adalah yang paling dikenal, dengan rating 7,8 dan lebih dari sembilan belas ribu penilai: seekor tikus yang bermimpi menjadi koki di Paris.

Kopi mendapat tiga film dari sutradara yang sama, Angga Dwimas Sasongko: Filosofi Kopi (2015), Filosofi Kopi 2: Ben & Jody (2017), dan Ben & Jody (2022). Toko kelontong mendapat dua film dari Ernest Prakasa: Cek Toko Sebelah (2016) dengan rating 7,5 dan Cek Toko Sebelah 2 (2022) dengan 7,9, tertinggi di lapak ini. Aruna & Lidahnya (2018) berkeliling Nusantara dari satu hidangan ke hidangan lain.

Dapur profesional muncul di Chef (2014), tempat seorang koki pindah ke truk makanan, dan di Hunger (2023) dari Thailand, drama 145 menit tentang juru masak muda dan gurunya yang kejam. Babette's Feast (1987) dari Denmark berpuncak pada satu jamuan. Little Forest (2018) dari Korea, dengan rating 7,6, adalah film tentang memasak sendiri sepanjang empat musim.

Extreme Job (2019) menjajakan ayam goreng, The Founder (2016) menjajakan burger, Charlie and the Chocolate Factory (2005) menjajakan cokelat, Bee Movie (2007) menjajakan madu, dan Cloudy with a Chance of Meatballs (2009, 90 menit) menurunkan makanan dari langit. Lapak ini paling baik dikunjungi sesudah makan.

Lapak 06: rumah dan penginapan

Lapak rumah berisi lima belas film tentang bangunan yang menentukan cerita. Tiga memiliki rating 8,0 atau lebih: Parasite (2019) dengan 8,5, The Apartment (1960) dengan 8,2, dan Up (2009) dengan 8,0.

Dalam Parasite, rumah mewah di atas bukit dan kamar setengah bawah tanah adalah seluruh gambaran tentang jarak dua keluarga. Dalam The Apartment, satu kunci apartemen berpindah dari tangan ke tangan. Dalam Up, seorang kakek menerbangkan rumahnya dengan ribuan balon. Rebecca (1940) karya Alfred Hitchcock, dengan rating 7,9, menjadikan rumah besar Manderley hampir seperti tokoh hidup. Encanto (2021) memiliki rumah yang memang hidup.

Penginapan dan gedung umum ikut dijajakan: Grand Hotel (1932), film tertua di lorong ini, Hotel Transylvania 2 (2015), Night at the Museum (2006) dan Night at the Museum: Battle of the Smithsonian (2009), serta Miss Peregrine's Home for Peculiar Children (2016). Rumah yang ditinggal penghuninya muncul di Home Alone 2: Lost in New York (1992) dan Home Sweet Home Alone (2021); yang terakhir memiliki rating 4,8, terendah di seluruh pasar.

The Holiday (2006) bercerita tentang dua perempuan yang bertukar rumah, La Dolce Villa (2025) tentang vila seharga satu euro di Italia, dan Wall to Wall (2025) dari Korea tentang apartemen yang dibeli dengan seluruh tabungan lalu dihantui suara dari balik dinding.

Lapak 07: pakaian, jubah, dan topeng

Lapak pakaian adalah salah satu lapak paling ramai di pasar: enam belas filmnya mengumpulkan lebih dari 255 ribu penilaian. Rata-ratanya 7,31. Sebagian besar dagangannya adalah kostum pahlawan, sebab dalam cerita pahlawan super pakaianlah yang membuat seseorang menjadi orang lain.

Spider-Man: Into the Spider-Verse (2018) memimpin dengan rating 8,4, dan adegan paling dikenangnya adalah ketika seorang remaja akhirnya mengenakan kostumnya sendiri. Dua film Spider-Man lain ada di sini: Spider-Man 2 (2004) dan Spider-Man: Homecoming (2017). Jubah kelelawar hadir di The Dark Knight Rises (2012, 165 menit) dengan rating 7,8, dan topeng merah di Deadpool (2016).

The Incredibles (2004) dan Incredibles 2 (2018) bahkan memiliki tokoh perancang busana pahlawan. Black Panther (2018), Wonder Woman (2017), Captain America: The First Avenger (2011), dan Shazam! (2019) melengkapi barisan. Indonesia menyumbang tiga kostum: Gundala (2019) karya Joko Anwar, Sri Asih (2022), dan Satria Dewa: Gatotkaca (2022).

Dua film menjajakan busana dalam arti sebenarnya: The Devil Wears Prada (2006) dengan rating 7,4, berlatar majalah mode, dan Cruella (2021) dengan rating 8,0, berlatar rumah mode London tahun tujuh puluhan.

Lapak 08: hewan kesayangan

Lapak hewan berisi lima belas film dengan rata-rata durasi 99 menit, terpendek di antara keenam belas lapak. Tiga memiliki rating 8,0 atau lebih: Puss in Boots: The Last Wish (2022) dengan 8,2, Togo (2019) dengan 8,1, dan Hachi: A Dog's Tale (2009) dengan 8,0.

Anjing adalah dagangan utama. Selain Togo dan Hachi ada A Dog's Purpose (2017) dengan rating 7,6, Marley & Me (2008), Dog Gone (2023), dan dari Indonesia June & Kopi (2021, 90 menit). Dua film The Secret Life of Pets (2016 dan 2019) membayangkan apa yang dilakukan hewan peliharaan ketika pemiliknya pergi; keduanya berlangsung 86 menit.

Hewan lain juga dijajakan: beruang di Paddington (2014), kelinci di Peter Rabbit (2018), penguin di Mr. Popper's Penguins (2011), naga di How to Train Your Dragon 2 (2014) dengan rating 7,7, seisi kebun binatang di We Bought a Zoo (2011), dan segala hewan yang dapat diajak bicara di Dolittle (2020).

Lorong bengkel: lima puluh tujuh film

Lorong hijau menjajakan benda-benda yang bergerak, mengapung, berpikir, atau dipakai bertanding: kendaraan, kapal, robot, dan alat olahraga. Lima puluh tujuh filmnya memiliki rata-rata rating 7,17 dan rata-rata durasi 124 menit. Enam memiliki rating 8,0 atau lebih, dan empat belas adalah animasi. Panduannya ada di Lorong bengkel dan pusaka.

Lapak 09: kendaraan

Lapak kendaraan berisi enam belas film dengan rata-rata 7,06. Mobil balap mengisi bagian depannya: tiga film Cars (2006, 2011, 2017) dan F1 (2025, 156 menit) dengan rating 7,8. Mad Max: Fury Road (2015), dengan lebih dari dua puluh empat ribu penilai, adalah satu kejar-kejaran panjang di gurun.

Rating tertinggi dipegang The Art of Racing in the Rain (2019) dengan 8,1, kisah pembalap yang diceritakan anjingnya. A Taxi Driver (2017) dari Korea memiliki 8,0: seorang sopir taksi Seoul mengantar wartawan asing ke kota yang sedang bergolak. Dari Korea juga ada Special Delivery (2022) dan Seoul Vibe (2022), dua film tentang pengemudi ulung.

Mobil sebagai ruang bercakap muncul di Driving Miss Daisy (1989, 99 menit) dan Drive My Car (2021) dari Jepang, yang dengan 179 menit menjadi film terpanjang di lapak ini. Tucker: The Man and His Dream (1988) karya Francis Ford Coppola bercerita tentang perancang mobil yang melawan pabrik-pabrik besar.

Robot yang berubah menjadi mobil hadir lewat Transformers (2007) dan Transformers: Age of Extinction (2014). Dua kereta menutup lapak: The Polar Express (2004) menuju Kutub Utara dan Bullet Train Explosion (2025), kereta cepat Jepang yang harus terus melaju.

Lapak 10: kapal dan perahu

Lapak kapal berisi lima belas film dengan rata-rata durasi 134 menit, salah satu yang terpanjang di pasar. Titanic (1997, 194 menit) memimpin dalam jumlah penilai, hampir dua puluh delapan ribu, dengan rating 7,9.

Bajak laut memegang enam tempat. Empat film Pirates of the Caribbean dari 2003 sampai 2011 berdiri berjajar, dipimpin Pirates of the Caribbean: The Curse of the Black Pearl dengan rating 7,8. Korea menyumbang The Pirates: The Last Royal Treasure (2022), dan Jepang menyumbang One Piece Film Red (2022).

Rating tertinggi dipegang kapal terkecil: perahu layar dalam Flow (2024) dari Latvia, dengan 8,1 dan durasi 85 menit, yang ditumpangi seekor kucing dan kawan-kawannya. Moana (2016) dan Moana 2 (2024) berlayar dengan kano Polinesia. Cast Away (2000), dengan rating 7,7, adalah film tentang ketiadaan kapal: seorang pria terdampar dan harus membuat rakitnya sendiri.

Indonesia diwakili Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck (2013, 163 menit) dengan rating 7,7, diangkat dari roman Hamka. Mutiny on the Bounty (1935) adalah film tertua di lorong ini. The Chronicles of Narnia: The Voyage of the Dawn Treader (2010) dan Jungle Cruise (2021) melengkapi lapak.

Lapak 11: robot dan mesin

Lapak robot berisi lima belas film, enam di antaranya animasi, dengan rata-rata 7,18. Dua film memiliki rating di atas delapan, dan keduanya tentang robot yang belajar menyayangi: The Wild Robot (2024) dengan 8,3 dan WALL·E (2008) dengan 8,1.

Big Hero 6 (2014) dan The Mitchells vs. the Machines (2021) memiliki 7,7 dan 7,8: yang pertama tentang robot perawat yang empuk, yang kedua tentang keluarga yang melawan pemberontakan gawai. Robots (2005) dan Lightyear (2022) melengkapi sisi animasi.

Baju besi terbang mengisi tiga tempat: Iron Man (2008) dengan rating 7,7 dan hampir dua puluh sembilan ribu penilai, Iron Man 2 (2010), dan Iron Man 3 (2013). Robot raksasa bertarung di Pacific Rim (2013). Manusia setengah mesin muncul di Alita: Battle Angel (2019) dan JUNG_E (2023) dari Korea. Mesin yang menguasai manusia muncul di The Matrix Reloaded dan The Matrix Revolutions (2003), dan pesawat nirawak di Oblivion (2013).

Lapak 12: alat olahraga

Lapak alat olahraga adalah lapak terkecil, dengan sebelas film dan rata-rata 7,11. Sarung tinju adalah dagangan terlarisnya: Million Dollar Baby (2004) dengan rating 8,0 dan Rocky (1976) dengan 7,8.

Raket tenis hadir di King Richard (2021, 144 menit) dengan rating 7,6, kisah ayah dua juara dunia. Bola sepak hadir di Shaolin Soccer (2001) dari Hong Kong dan Back of the Net (2019). Bola rugbi Amerika hadir di American Underdog (2021) dan Home Team (2022), bola basket di Uncle Drew (2018), dan sepatu lari di Chariots of Fire (1981).

Bela diri melengkapi lapak: The Karate Kid (2010) dan dari Indonesia Tarung Sarung (2020) dengan rating 7,4, tentang tradisi duel dalam satu sarung dari tanah Bugis.

Lorong pusaka: enam puluh satu film

Lorong merah menjajakan benda-benda yang diperebutkan: pedang, cincin, tongkat sihir, dan uang. Enam puluh satu filmnya memiliki rata-rata rating 7,38, tertinggi di antara empat lorong, dan rata-rata durasi 132 menit, juga terpanjang. Dua belas memiliki rating 8,0 atau lebih. Lorong ini paling ramai: lebih dari 643 ribu penilaian.

Lapak 13: pedang dan busur

Lapak pedang berisi lima belas film dari lima bahasa, ragam terlebar di lorong ini. Rata-ratanya 7,21. Gladiator (2000, 155 menit) memimpin dengan rating 8,2, dan Braveheart (1995, 178 menit) menyusul dengan 7,9.

Pedang Asia mengisi sebagian besar lapak. Dari Tiongkok ada Crouching Tiger, Hidden Dragon (2000), tempat sebilah pedang bernama Takdir Hijau dicuri, Hero (2002) dengan rating 7,5, serta Red Cliff (2008) dan Red Cliff II (2009). Dari Jepang ada Rurouni Kenshin: The Beginning dan Rurouni Kenshin: The Final (2021), keduanya 7,7, tentang samurai yang membalik mata pedangnya, juga Zatoichi (2003) dan Azumi (2003). Dari Korea ada Uprising (2024).

Indonesia menyumbang tiga senjata: tongkat dalam Pendekar Tongkat Emas (2014), kapak dalam Wiro Sableng: Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212 (2018), dan busur panah dalam 3 Srikandi (2016). Busur juga menjadi senjata tokoh utama The Hunger Games (2012), film dengan penilai terbanyak di lapak ini.

Lapak 14: cincin dan pusaka

Lapak ini berisi enam belas film dengan rata-rata durasi 145 menit, terpanjang di pasar, dan lima film berating 8,0 atau lebih, terbanyak di antara semua lapak. Rata-ratanya 7,52.

Satu cincin menggerakkan enam film karya Peter Jackson. Trilogi The Lord of the Rings (2001 sampai 2003) memiliki rating 8,4, 8,4, dan 8,5; film penutupnya adalah yang terpanjang di pasar. Trilogi The Hobbit: An Unexpected Journey (2012), The Hobbit: The Desolation of Smaug (2013), dan The Hobbit: The Battle of the Five Armies (2014) menceritakan bagaimana cincin itu ditemukan.

Enam batu menggerakkan Avengers: Infinity War (2018) dan Avengers: Endgame (2019), keduanya 8,2. Sepuluh gelang menggerakkan Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings (2021). Tiga film Indiana Jones memburu batu suci, cawan, dan tengkorak kristal; Indiana Jones and the Last Crusade (1989) memiliki rating 7,9.

Pusaka lain: kitab kuno di The Mummy (1999), lampu ajaib di Aladdin (2019), kompas emas di The Golden Compass (2007), dan kota emas di The Road to El Dorado (2000), satu-satunya animasi dan film terpendek di lapak ini dengan 90 menit.

Lapak 15: tongkat sihir

Lapak tongkat sihir memiliki rata-rata rating tertinggi di pasar, 7,63, dan sebelas dari lima belas filmnya berating 7,5 atau lebih. Delapan film Harry Potter mengisi lebih dari separuhnya, dari Harry Potter and the Philosopher's Stone (2001) sampai Harry Potter and the Deathly Hallows: Part 2 (2011), yang dengan 8,1 memiliki rating tertinggi di antara kedelapannya. Harry Potter and the Prisoner of Azkaban (2004) memiliki 8,0.

Dua film Fantastic Beasts and Where to Find Them (2016) dan lanjutannya melanjutkan dunia yang sama. Di luar dunia itu, sihir hadir sebagai tongkat dan mantra di Onward (2020), sebagai buku mantra di Black Clover: Sword of the Wizard King (2023) dengan rating 8,1, sebagai lingkaran api di Doctor Strange (2016), dan sebagai kutukan di Maleficent (2014).

Film tertua di lapak ini adalah Mary Poppins (1964), yang sihirnya tersimpan dalam payung dan tas kain; ratingnya 7,5.

Lapak 16: uang dan taruhan

Lapak terakhir berisi lima belas film dari empat bahasa, enam di antaranya film Indonesia. Rata-ratanya 7,15. Tiga film memiliki rating 8,0 atau lebih: Home Sweet Loan (2024) dan How to Make Millions Before Grandma Dies (2024) dengan 8,1, serta The Sting (1973) dengan 8,0.

Uang muncul dalam banyak rupa. Sebagai cicilan rumah di Home Sweet Loan. Sebagai warisan di film Thailand tentang nenek dan cucunya itu dan di Knives Out (2019) dengan rating 7,8. Sebagai hadiah kuis di Slumdog Millionaire (2008). Sebagai kekayaan mendadak di Orang Kaya Baru (2019), kekayaan turun-temurun di Crazy Rich Asians (2018), dan penghematan habis-habisan di Keluarga Super Irit (2025).

Meja judi mendapat lima film: tiga film God of Gamblers dari Hong Kong (1989, 1990, 1994) dan dua film Comic 8: Casino Kings (2015 dan 2016). Moneyball (2011) bercerita tentang anggaran tim bisbol, dan Merry Riana: Mimpi Sejuta Dolar (2014) tentang mahasiswi Indonesia yang bertahan hidup di Singapura.

Dagangan laris: tiga puluh empat film

Daftar dagangan laris mengumpulkan film berating 8,0 atau lebih dari semua lapak. Tiga puluh empat film masuk, dengan rata-rata 8,18 dan rata-rata durasi 127 menit. Sepuluh di antaranya animasi, dan sembilan berbahasa selain Inggris.

Sebarannya per lorong: dua belas dari lorong pusaka, delapan dari lorong hiburan, delapan dari lorong rumah, dan enam dari lorong bengkel. Lapak cincin dan pusaka menyumbang paling banyak, lima film. Hanya satu lapak yang kosong dari dagangan laris: lapak makanan, yang film terbaiknya, Cek Toko Sebelah 2, berhenti di 7,9.

Puncak daftar dipegang Jatuh Cinta Seperti di Film-Film (8,8), lalu The Lord of the Rings: The Return of the King dan Parasite (8,5), lalu empat film dengan 8,4: dua film pertama trilogi cincin, Cinema Paradiso, dan Spider-Man: Into the Spider-Verse. Uraiannya ada di Panduan dagangan laris.

Tiga puluh tiga film Indonesia di sembilan lapak

Film Indonesia hadir di sembilan dari enam belas lapak. Lapak buku dan surat memuat sepuluh, lapak makanan dan lapak uang masing-masing enam, lapak pakaian dan lapak pedang masing-masing tiga, lapak kamera dua, dan lapak hewan, kapal, serta alat olahraga masing-masing satu.

Sebaran itu bercerita. Sinema Indonesia kuat pada benda-benda yang dekat dengan keseharian: tulisan tangan, warung dan kedai kopi, dan urusan uang keluarga. Di lapak yang memerlukan anggaran besar, seperti robot, cincin pusaka, dan tongkat sihir, film Indonesia masih menunggu gilirannya, meskipun tiga pahlawan berkostum sudah berdiri di lapak pakaian.

Dua film Indonesia masuk dagangan laris: Jatuh Cinta Seperti di Film-Film dan Home Sweet Loan. Di bawahnya ada Cek Toko Sebelah 2 dan Surat untuk Masa Mudaku dengan 7,9, serta Perahu Kertas 2 dan Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck dengan 7,7. Daftar lengkap per lapak ada di Film Indonesia di LapakXXI.

Barang yang cocok di dua lapak

Pedagang pasar kadang berdebat barang mana milik lapak siapa, dan redaksi LapakXXI mengalami hal serupa. Berikut beberapa keputusan dan alasannya.

Big Hero 6 memiliki robot dan juga kostum pahlawan. Ia berdiri di lapak robot karena hubungan seorang bocah dengan robot perawatnya adalah inti cerita, sedangkan kostumnya baru muncul di paruh kedua. Iron Man juga berdiri di lapak robot alih-alih di lapak pakaian, sebab baju besinya adalah mesin yang dirakit, diperbaiki, dan ditingkatkan sepanjang film.

Coco berpusat pada sebuah gitar, maka ia berdiri di lapak alat musik meskipun ceritanya juga tentang keluarga. Parasite bisa masuk lapak uang, tetapi rumah di atas bukit itulah yang menentukan setiap adegan, maka ia berdiri di lapak rumah. Flow dihuni hewan, tetapi perahu layarnya adalah tempat seluruh cerita berlangsung, maka ia berdiri di lapak kapal.

How to Train Your Dragon 2 berdiri di lapak hewan karena naganya diperlakukan sebagai kesayangan yang dirawat dan dilatih. The Wild Robot, yang tokohnya mengasuh anak angsa, tetap berdiri di lapak robot karena robot itulah yang berubah. Extreme Job, film polisi, berdiri di lapak makanan karena ayam goreng penyamaran mereka menjadi laris dan mengubah seluruh rencana.

Benda yang sama, cerita yang berbeda

Kesenangan terbesar dari susunan menurut benda adalah melihat bagaimana satu benda melahirkan cerita yang berjauhan. Uraian lengkapnya ada di Benda yang sama, cerita yang berbeda; berikut beberapa contoh.

Di lapak kendaraan, sebuah mobil adalah juara balap dalam Cars, medan perang dalam Mad Max: Fury Road, ruang pengakuan dalam Drive My Car, dan jalan menuju peristiwa sejarah dalam A Taxi Driver. Di lapak rumah, sebuah rumah adalah kenangan yang diterbangkan dalam Up, benteng yang dipertahankan seorang bocah dalam Home Alone 2, dan garis pemisah kelas dalam Parasite.

Di lapak buku dan surat, sebuah tulisan adalah pengakuan cinta remaja dalam To All the Boys I've Loved Before, tuduhan terhadap negara dalam The Life of Emile Zola, dan cara berdamai dengan masa lalu dalam The Secret in Their Eyes. Di lapak uang, uang adalah impian dalam Merry Riana, beban dalam Home Sweet Loan, permainan dalam The Sting, dan racun keluarga dalam Knives Out.

Di lapak pedang, senjata yang sama adalah alat balas dendam dalam Gladiator dan sumpah untuk berhenti membunuh dalam Rurouni Kenshin. Menonton dua film dari satu lapak secara berurutan hampir selalu memunculkan perbandingan semacam itu, dan di situlah pasar ini paling menyenangkan.

Belanja untuk seisi rumah

Empat puluh dua animasi tersebar di sebelas lapak, sehingga hampir tiap lapak memiliki sesuatu untuk anak-anak. Lapak mainan memiliki sembilan animasi, lapak robot enam, lapak hewan lima, dan lapak kapal serta kendaraan masing-masing empat.

Cara yang disukai banyak keluarga: biarkan anak memilih lapaknya. Anak yang sedang gemar mobil memilih lapak kendaraan dan menemukan Cars; anak yang gemar hewan memilih lapak hewan dan menemukan Paddington. Orang tua lalu memilih filmnya di dalam lapak itu, dengan melihat rating dan durasi. Anak merasa didengar, dan orang tua tetap memegang kendali.

Tiga lapak berisi film untuk penonton yang lebih besar dan sebaiknya dikunjungi orang dewasa lebih dulu: lapak pedang, lapak uang, dan lapak kamera dan layar. Periksa selalu golongan umur di layanan resmi. Saran per umur ada di Belanja untuk keluarga.

Barang antik di tiap lorong

Pasar yang baik selalu punya sudut barang antik. Di LapakXXI, sebelas film berasal dari sebelum tahun 1970, dan mereka tersebar di enam lapak. Lapak kamera dan layar menyimpan paling banyak: The Broadway Melody (1929), The Great Ziegfeld (1936), All About Eve (1950), dan The Greatest Show on Earth (1952).

Lapak rumah menyimpan Grand Hotel (1932), Rebecca (1940), dan The Apartment (1960). Lapak buku menyimpan The Life of Emile Zola (1937), lapak kapal menyimpan Mutiny on the Bounty (1935), lapak tongkat sihir menyimpan Mary Poppins (1964), dan lapak alat musik menyimpan The Sound of Music (1965).

Tiga dari sebelas film itu masih berating 7,9 atau lebih: The Apartment, All About Eve, dan Rebecca. Bagi yang ingin mencoba film lama, tiga judul itu adalah barang antik yang masih berfungsi sempurna.

Dagangan satu keluarga

Beberapa lapak hidup dari satu keluarga film. Delapan Harry Potter dan dua Fantastic Beasts mengisi dua pertiga lapak tongkat sihir. Enam film Peter Jackson mengisi lebih dari sepertiga lapak cincin. Empat Toy Story dan tiga Jumanji mengisi hampir separuh lapak mainan. Empat film bajak laut Karibia berjajar di lapak kapal, tiga Cars di lapak kendaraan, dan tiga Iron Man di lapak robot.

Keluarga Indonesia juga hadir: tiga film kedai kopi karya Angga Dwimas Sasongko, dua Cek Toko Sebelah, dua Perahu Kertas, dan dua Comic 8: Casino Kings. Hanung Bramantyo muncul di dua lapak dengan lima film: dua Perahu Kertas, Catatan Akhir Sekolah, dan Bumi Manusia di lapak buku, serta Satria Dewa: Gatotkaca di lapak pakaian.

Bagi pembeli, keluarga film adalah cara mudah mengisi beberapa akhir pekan sekaligus. Bagi pasar, mereka menunjukkan betapa setianya sebuah seri pada bendanya: selama delapan film, tongkat sihir tetap menjadi pusat dunia Harry Potter.

Menawar waktu: lapak yang ringkas dan lapak yang panjang

Tiap lapak memiliki ukuran barangnya sendiri. Tiga lapak paling ringkas adalah lapak hewan dengan rata-rata 99 menit, lapak mainan dengan 106 menit, dan lapak makanan dengan 110 menit. Ketiganya banyak berisi animasi dan komedi, dan hampir semua filmnya selesai sebelum dua jam.

Tiga lapak paling panjang adalah lapak cincin dan pusaka dengan rata-rata 145 menit, lalu lapak kapal dan lapak tongkat sihir dengan 134 menit. Lapak pedang menyusul dengan 132 menit. Benda yang diperebutkan dan kapal yang berlayar jauh rupanya meminta waktu lebih banyak daripada seekor anjing atau sepiring makanan.

Jarak antara lapak terpendek dan terpanjang adalah 46 menit, hampir satu episode drama. Jika waktu Anda malam ini terbatas, memilih lapak yang tepat sudah menyelesaikan separuh persoalan; angka durasi di sudut kanan bawah tiap gambar menyelesaikan sisanya.

Lapak lama dan lapak baru

Umur dagangan juga berbeda dari lapak ke lapak. Lapak kamera dan layar menyimpan barang dari 1929 sampai 2023, lapak rumah dari 1932 sampai 2025, dan lapak kapal dari 1935 sampai 2024. Panggung, rumah, dan kapal sudah difilmkan sejak sinema masih muda.

Sebaliknya, tiga lapak hanya menjual barang abad ini. Semua film di lapak robot rilis sejak 2003, semua film di lapak pakaian sejak 2004, dan semua film di lapak hewan sejak 2008. Kostum pahlawan, robot yang meyakinkan, dan hewan yang berbicara dengan wajar baru menjadi mudah dibuat sesudah gambar komputer matang, dan usia lapak-lapak itu mencerminkannya.

Cara berbelanja di LapakXXI

Beranda LapakXXI dibuka dengan pengantar, lalu denah pasar. Denah itu memuat enam belas kotak, empat per baris, dan tiap baris adalah satu lorong dengan warna garis atasnya sendiri. Tiap kotak menulis nomor lapak, nama dagangannya, jumlah film, dan satu judul contoh. Menekan kotak membawa Anda langsung ke lapak itu.

Di bawah denah, tiap lapak tampil sebagai satu baris dengan empat gambar lebar, yaitu empat film paling dikenal di lapak itu, dan tombol "Lihat semua" yang membuka seluruh dagangannya. Dengan sekali gulir Anda melewati enam puluh empat gambar dari enam belas lapak, seperti berjalan menyusuri pasar dari ujung ke ujung.

Mencari barang tertentu

Kotak pencarian di bilah atas LapakXXI menerima judul, nama pemeran, dan tahun. Ketik "Johnny Depp" untuk melihat tujuh film di tiga lapak: empat film bajak laut di lapak kapal, Charlie and the Chocolate Factory di lapak makanan, dan dua film Fantastic Beasts di lapak tongkat sihir. Ketik "Tom Hanks" untuk melihat delapan film di empat lapak: empat Toy Story dan Big di lapak mainan, Elvis di lapak alat musik, Cast Away di lapak kapal, dan The Polar Express di lapak kendaraan.

Hasil pencarian menampilkan nama lapak di tiap gambar, sehingga Anda segera tahu di lorong mana seorang aktor paling sering berdagang. Halaman A–Z memuat seluruh 241 judul menurut abjad. Kiat lengkapnya ada di Pencarian.

Halaman film

Di halaman film LapakXXI Anda menemukan judul, tahun, durasi, rating, genre, sinopsis berbahasa Indonesia, sutradara, dan pemeran utama. Film Indonesia memakai judul aslinya. Di bawah sinopsis ada pilihan negara dan tombol Tonton sekarang, yang mengantar ke halaman judul itu di JustWatch beserta daftar layanan resmi yang menyediakannya.

LapakXXI hanya memandu sampai pintu; pemutaran, mutu gambar, subtitle, dan sulih suara menjadi urusan layanan resmi yang Anda pilih. Banyak animasi di pasar ini tersedia dengan sulih suara Indonesia di layanan besar. Soal bahasa dijelaskan di Bahasa dan subtitle.

Keranjang belanja: Daftar Saya

Daftar Saya adalah keranjang belanja LapakXXI. Tombolnya ada di bawah tiap gambar dan di halaman film; sekali tekan, film itu masuk keranjang yang tersimpan di peramban perangkat Anda dan tetap di sana sampai Anda mengeluarkannya.

Satu cara belanja yang menyenangkan: tetapkan "anggaran" empat film sebulan, lalu ambil satu film dari tiap lorong. Dengan begitu tiap bulan Anda membawa pulang sesuatu yang menghibur, sesuatu yang dekat dengan rumah, sesuatu yang bergerak, dan sesuatu yang diperebutkan. Kiat lainnya ada di Panduan Daftar Saya.

LapakXXI di ponsel

Di layar ponsel, bilah atas LapakXXI tinggal logo beratap tenda dan tombol menu. Denah pasar tersusun dua kotak per baris, dan gambar film juga dua per baris dengan nama lapak yang tetap terbaca. Menu membuka Lapak, keempat lorong, Laris, dan A–Z.

Halaman pasar ini ringan, sehingga cepat dibuka lewat data seluler. Lewat menu peramban, LapakXXI dapat ditaruh di layar utama dan dibuka seperti aplikasi. Langkahnya ada di LapakXXI di ponsel.

Lapak mana untuk malam seperti apa

Malam yang lapar: lapak makanan, tentu saja, dengan Chef atau Aruna & Lidahnya. Malam yang ingin bernyanyi: lapak alat musik, dengan Mamma Mia! atau Sing Street. Malam yang ingin bertualang jauh: lapak cincin dan pusaka, dengan syarat Anda punya tiga jam.

Malam bersama anak kecil: lapak mainan atau lapak hewan, dua lapak dengan durasi paling ramah. Malam yang ingin menangis sedikit: Hachi di lapak hewan, Coco di lapak alat musik, atau Home Sweet Loan di lapak uang. Malam yang ingin tertawa: Extreme Job di lapak makanan, Deadpool di lapak pakaian, atau Orang Kaya Baru di lapak uang.

Malam yang ingin tegang: The Dark Knight Rises di lapak pakaian, Knives Out di lapak uang, atau Wall to Wall di lapak rumah. Dan untuk malam ketika Anda bingung, buka daftar dagangan laris dan pilih gambar pertama yang menarik mata.

Tujuh pasangan lintas lapak

Barang dari dua lapak kadang paling enak dinikmati bersama, seperti kopi dan pisang goreng. Berikut tujuh pasangan film dari lapak yang berbeda. Pasangan pertama: Ratatouille dari lapak makanan dan Paddington dari lapak hewan, dua tamu berbulu yang mengubah sebuah rumah di kota besar Eropa.

Pasangan kedua: Cinema Paradiso dari lapak kamera dan Coco dari lapak alat musik, dua bocah yang jatuh cinta pada seni yang dilarang keluarganya. Pasangan ketiga: Titanic dari lapak kapal dan The Apartment dari lapak rumah, dua kisah cinta yang dibatasi kelas sosial.

Pasangan keempat: WALL·E dari lapak robot dan Flow dari lapak kapal, dua film hampir bisu tentang dunia sesudah manusia. Pasangan kelima: Rocky dari lapak alat olahraga dan The Sting dari lapak uang, dua film tahun tujuh puluhan tentang orang kecil yang mengalahkan orang besar.

Pasangan keenam: Ada Apa dengan Cinta? dari lapak buku dan Jatuh Cinta Seperti di Film-Film dari lapak kamera, dua kisah cinta Indonesia yang terpisah dua puluh satu tahun dan sama-sama mencintai kata-kata. Pasangan ketujuh: The Lego Movie dari lapak mainan dan The Mitchells vs. the Machines dari lapak robot, dua animasi jenaka dari produser yang sama.

Mengapa benda bekerja baik di film

Penulis skenario sering berkata bahwa film yang baik dapat diringkas dengan satu benda. Benda memberi mata penonton sesuatu untuk diikuti: cincin yang harus dihancurkan, surat yang harus sampai, kapal yang harus tiba. Karena itu banyak film paling dikenang justru dikenang lewat bendanya.

Lorong pusaka memperlihatkan hal itu paling jelas. Rata-rata ratingnya tertinggi dan filmnya paling panjang, sebab benda yang diperebutkan melahirkan perjalanan, dan perjalanan memerlukan waktu. Lorong rumah bekerja sebaliknya: bendanya diam di tempat, ceritanya lebih pendek dan lebih akrab.

Menonton dengan memperhatikan benda juga melatih mata. Sesudah beberapa kunjungan ke pasar ini, Anda akan mulai bertanya pada film apa pun: benda apa yang berada di pusatnya, dan apa yang terjadi padanya di akhir cerita? Jawabannya hampir selalu menjelaskan apa yang ingin dikatakan film itu.

Rencana belanja empat pekan

Bagi pembaca yang menyukai rencana, berikut satu usulan untuk bulan pertama: satu lorong tiap pekan, dua film tiap lorong. Pekan pertama, lorong hiburan: Toy Story dari lapak mainan dan Cinema Paradiso dari lapak kamera. Pekan kedua, lorong rumah: Parasite dari lapak rumah dan Puss in Boots: The Last Wish dari lapak hewan.

Pekan ketiga, lorong bengkel: The Wild Robot dari lapak robot dan A Taxi Driver dari lapak kendaraan. Pekan keempat, lorong pusaka: The Lord of the Rings: The Fellowship of the Ring dari lapak cincin dan Home Sweet Loan dari lapak uang.

Kedelapan film itu masuk daftar dagangan laris, berasal dari delapan lapak yang berbeda, dan memakai empat bahasa. Sesudah sebulan Anda mengenal seluruh denah, dan bulan berikutnya dapat dihabiskan di lapak yang paling Anda sukai.

Untuk bulan kedua, satu usulan lain: pilih satu lapak dan habiskan seluruh dagangannya. Lapak alat olahraga, dengan sebelas film, selesai dalam sebelas akhir pekan. Lapak tongkat sihir cocok bagi yang ingin mengikuti satu dunia dari awal sampai akhir, dan lapak buku dan surat cocok bagi yang ingin mengenal sepuluh film Indonesia dalam satu tarikan napas.

Lima langkah untuk kunjungan pertama

Langkah pertama: lihat denah pasar di beranda. Langkah kedua: pilih lapak menurut benda yang sedang menarik hati Anda atau anak Anda. Langkah ketiga: baca rating, durasi, dan nama lapak di tiap gambar.

Langkah keempat: buka halaman film dan baca sinopsisnya. Langkah kelima: pilih negara Anda dan tekan Tonton sekarang. Uraian tiap langkah ada di Mulai di LapakXXI, dan jawaban atas pertanyaan yang sering muncul ada di Tanya jawab.

Yang dijaga LapakXXI

Tiap film berdiri di tepat satu lapak, dipilih redaksi menurut benda yang berada di pusat ceritanya. Rating ditampilkan apa adanya, termasuk untuk dagangan yang kurang laku. Seluruh angka di halaman ini dihitung dari katalog pasar itu sendiri, sehingga Anda dapat memeriksanya dengan membuka lapak yang bersangkutan.

Sinopsis ditulis dalam bahasa Indonesia. Tombol Tonton sekarang selalu menuju JustWatch dan layanan resmi yang terdaftar di sana. LapakXXI berdiri sendiri sebagai situs panduan dengan tim redaksinya sendiri; poster, gambar, rating, dan data produksi berasal dari TMDB.

Pasar ini akan selalu punya ruang untuk lapak baru. Sampai saat itu tiba, enam belas lapak sudah cukup untuk berbelanja film selama bertahun-tahun, satu benda demi satu benda.

Pertanyaan

Apa itu LapakXXI?

LapakXXI adalah panduan film berbahasa Indonesia yang ditata seperti pasar: 241 film dalam enam belas lapak dan empat lorong, menurut benda yang berada di pusat ceritanya.

Lapak apa saja yang ada?

Mainan, alat musik, kamera dan layar, buku dan surat, makanan, rumah, pakaian dan topeng, hewan kesayangan, kendaraan, kapal, robot, alat olahraga, pedang dan busur, cincin dan pusaka, tongkat sihir, serta uang.

Bagaimana sebuah film dimasukkan ke lapak?

Redaksi menempatkan film di lapak benda yang paling menentukan ceritanya. Setiap film berdiri di tepat satu lapak, dan tiap lapak berisi sebelas sampai enam belas film.

Lapak mana yang cocok untuk anak-anak?

Lapak mainan memiliki sembilan animasi, lapak robot enam, dan lapak hewan lima. Rata-rata durasi lapak hewan adalah 99 menit, terpendek di pasar.

Apa itu daftar dagangan laris?

Daftar tiga puluh empat film berating 8,0 atau lebih dari semua lapak, dipimpin Jatuh Cinta Seperti di Film-Film dengan 8,8.

Apakah ada film Indonesia?

Ada tiga puluh tiga film Indonesia di sembilan lapak. Lapak buku dan surat memuat sepuluh, lapak makanan dan lapak uang masing-masing enam.

Di mana film diputar?

Tombol Tonton sekarang membuka halaman film di JustWatch untuk negara pilihan Anda. Di sana tampil layanan resmi tempat film itu dapat ditonton, disewa, atau dibeli.

Lapak mana yang filmnya paling panjang?

Lapak cincin dan pusaka, dengan rata-rata 145 menit. Film terpanjang di pasar, The Lord of the Rings: The Return of the King, berlangsung 201 menit.

Bagaimana cara menyimpan film untuk nanti?

Tekan tombol Daftar Saya di bawah gambar atau di halaman film. Daftar tersimpan di peramban Anda dan bisa dibuka kembali kapan saja di perangkat yang sama.

Apakah ada subtitle Indonesia?

Subtitle dan sulih suara disediakan oleh layanan resmi tempat Anda menonton. Sinopsis, panduan, dan menu di LapakXXI seluruhnya berbahasa Indonesia.